Postingan

Menampilkan postingan dari Juni, 2014

Pernyataan Syaikh Aiman Azh-Zhawahiri Mengenai ISIS dan Al-Qaidah

Untuk mengingat kembali tentang pernyataan Syaikh Aiman Azh-Zhawahiri yang kini ditanggapi oleh Jubir ISIS, redaksi memuat kembali pernyataan Amir Al-Qaeda ini. Bismillahirrahmanirrahim, Shalawat dan salam kepada Rasulullah, kepada keluarga, sahabat dan orang-orang yang mengikutinya, saudara kaum Muslimin di manapun Anda berada,  Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Saya telah memutuskan untuk mencukupkan diri dalam berbicara terkait masalah fitnah yang terjadi antara mujahidin di Syam, sampai saya mendengar seruan dari saudara saya Syaikh DR. Hani As-Siba’i (semoga Allah menjaganya dari segala kejelekan). Maka, setelah bermusyawarah dan beristikharah, saya memutuskan untuk berbicara kembali tentang permasalahan ini (fitnah Suriah) secara umum dan menjawab apa yang beliau tanya kepada saya secara khusus dalam pernyataan beliau tertanggal 25 Jumadil Ula 1435h, yang disiarkan oleh radio Al-Maqrizi. Maka saya katakan, saya memutuskan untuk berbicara dalam masalah ini ...

Pesan Syeikh Ahmad Yasin untuk Pemuda dan Pemudi

Gambar
5 Pesanan Syeikh Ahmad Yasin kepada Pemuda & Pemudi 1) Wahai anak-anakku, telah tiba saatnya kalian kembali kepada ALLAH swt dengan meninggalkan pelbagai keseronokan dan kealpaan kehidupan dan menyingkirkannya jauh daripada kehidupan kalian. Telah tiba saatnya kalian bangun dan melakukan solat subuh secara berjemaah. Sudah sampai saatnya untuk kalian menghiasi diri dengan akhlak yang mulia, menga malkan kandungan al-Quran serta mencontohi kehidupan Nabi Muhammad saw. 2) Aku menyeru kalian wahai anak-anakku untuk solat tepat pada waktunya. Lebih dari itu, aku mengajak kalian wahai anak-anakku, untuk mendekat diri kepada sunnah Nabi kalian yang agung. 3) Wahai para pemuda, aku ingin kalian menyedari dan menghayati makna tanggung jawab. Kalian harus tegar menghadapi kesulitan hidup dengan meninggalkan keluh kesah. Aku menyeru kalian untuk menghadap ALLAH SWT dan memohon keampunan dari-Nya agar Dia memberi rezeki yang berkat kepada kalian. Aku menyeru kalian supaya menghormati ora...

Duduk bersandar yang dimurkai

Gambar
Sifat seorang muslim adalah selalu taat dan patuh terhadap perintah Allah dan Rasul-Nya. Ketika Allah melarang sesuatu, maka ia patuh. Begitu pula ketika Rasul-Nya melarang sesuatu dengan mensifati sebagai sesuatu yang dimurkai, maka seorang muslim pun mendengar dan menjauhi tindakan semacam itu. Di antara bentuk duduk yang terlarang adalah sebagaimana para pembaca lihat pada gambar di samping ini, yaitu duduk dengan meletakkan tangan kiri di belakang dan dijadikan sandaran atau tumpuan. Berikut penjelasan mengenai hadits yang melarang hal tersebut dan keterangan beberapa ulama mengenai hal ini. عَنْ أَبِيهِ الشَّرِيدِ بْنِ سُوَيْدٍ قَالَ مَرَّ بِى رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- وَأَنَا جَالِسٌ هَكَذَا وَقَدْ وَضَعْتُ يَدِىَ الْيُسْرَى خَلْفَ ظَهْرِى وَاتَّكَأْتُ عَلَى أَلْيَةِ يَدِى فَقَالَ « أَتَقْعُدُ قِعْدَةَ الْمَغْضُوبِ عَلَيْهِمْ ». Syirrid bin Suwaid radhiyallahu ‘anhu berkata, “Rasulullah pernah melintas di hadapanku sedang aku duduk seperti ini, yaitu bersandar...