Oleh: Nindira Aryudhani, S.Pi, M.Si, Aktivis Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Muqodimah ADALAH Bharatayudha, perang besar di padang Kurusetra yang merupakan titik klimaks dalam cerita legenda karya Mpu Wiyasa. Diadopsi menjadi kisah pewayangan Jawa, membuat Bharatayudha tak asing di telinga masyarakat Indonesia. Sudah mendarah daging, seolah tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari rakyat pribumi. Lebih masif, para sesepuh Jawa pun mengamininya dengan mengajarkan anak cucunya nilai-nilai filosofis yang kiranya dapat diteladani dari kisah tersebut. Bagi para siswa bersuku Jawa khususnya, rangkaian adegan hingga perang itu terjadi, telah menjadi bagian kurikulum pendidikan yang dikemas dalam mata pelajaran Bahasa Jawa, atau Bahasa Daerah. Hafalan nama-nama tokoh wayang yang terlibat di dalamnya sudah dimulai sejak anak-anak duduk di bangku kelas satu SD. Jelas, sangat potensial menggeser kisah heroik pahlawan Islam se-level Khalid bin Walid ra dalam pembebasan wila...