Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2014

Hancur Leburnya Bumi dan Gunung-gunung di Akhir Zaman

Gambar
ALLAH SWT memberi tahu kita bahwa bumi kita yang tenang ini dan gunung-gunung yang menancap dan kokoh di atasnya, pada hari kiamat, ketika sangkakala ditiup, menjadi hancur lebur sekaligus.

Jika Terjadi Khilaf, Lakukan 3 Hal Penebusnya

Gambar
MANUSIA tidak akan pernah luput dari salah dan dosa. Begitu pula dalam melakukan hal-hal yang memang berkaitan dengan keimanan. Yang tadinya ingin meningkatkan kualitas iman, tapi karena mudahnya manusia itu untuk terperangkap ke jalan yang salah, maka malah kita mendapatkan kerusakan pada iman.

Jika Ingin Mengubah Dunia

Gambar
Oleh: Kang Robby SEORANG lelaki yang baru menikah tinggal menumpang di rumah mertuanya. Beberapa saat tinggal bersama, akhirnya ia demikian kesal dengan ibu mertuanya yang menurutnya sangat brengsek, cerewet, bawel, bossy, dan angkuh sekali.

Kaum Yahudi Mengolok-olok Rasul

Gambar
Dalam agama Islam yang diajarkan oleh Rasulullah SAW adalah kesimpulan ajaran semua Nabi dan Rasul Allah. Sebab itu maka banyak sekali persamaanya dengan ajaran agama Yahudi dan Kristen. Di zaman Rasulullah SAW orang Yahudi hidup secara diaspora/menyebar, ada yang tinggal di Arab Saudi terutama di kota Madinah dan Khaibar.

Yahudi dalam Al-Quran

Gambar
TIDAK sedikit al-Quran berbicara tentang Bani Israel, watak dan moral mereka serta para nabi dan sejarah mereka. Surah-surah Makkiyah dipenuhi dengan pemaparan historis tentang kisah-kisah mereka, siksa Firaun terhadap mereka, dan kondisi mereka pada masa sebelum kenabian Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Sedangkan surah-surah Madaniyah membicarakan tentang sikap mereka terhadap dakwah Islam dan kenabian baru, hakikat Yahudi dan kekufuran mereka ‘kepada Allah, serta pembunuhan mereka terhadap para nabi dan kecintaan mereka pada kehidupan materi.

Mahabharata, Film Epik yang Tak Apik

Gambar
Oleh: Nindira Aryudhani, S.Pi, M.Si,  Aktivis Muslimah Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Muqodimah ADALAH Bharatayudha, perang besar di padang Kurusetra yang merupakan titik klimaks dalam cerita legenda karya Mpu Wiyasa. Diadopsi menjadi kisah pewayangan Jawa, membuat Bharatayudha tak asing di telinga masyarakat Indonesia. Sudah mendarah daging, seolah tak terpisahkan dari kehidupan sehari-hari rakyat pribumi. Lebih masif, para sesepuh Jawa pun mengamininya dengan mengajarkan anak cucunya nilai-nilai filosofis yang kiranya dapat diteladani dari kisah tersebut. Bagi para siswa bersuku Jawa khususnya, rangkaian adegan hingga perang itu terjadi, telah menjadi bagian kurikulum pendidikan yang dikemas dalam mata pelajaran Bahasa Jawa, atau Bahasa Daerah. Hafalan nama-nama tokoh wayang yang terlibat di dalamnya sudah dimulai sejak anak-anak duduk di bangku kelas satu SD. Jelas, sangat potensial menggeser kisah heroik pahlawan Islam se-level Khalid bin Walid ra dalam pembebasan wila...