Berat Menerima Kepergianmu
Akhirnya mosting lagi. Kali ini bakal mosting yang berbeda dan gak copas hehe,,, yang sebelum-sebelumnya udah lama banget dan copas indo bermanfaat soalnya bingung mau ngepost apaan daripada gaada yang dipost. Oke ini tulisan dari gue atas kecintaan Ramadhan yang sudah pergi.
Berat Menerima Kepergianmu
Ramadhan bulan mulia. Ramadhan bulan yang berkah. Setiap keberkahan dalam perbuatan hanya dari Allah. Kekhilafan yang diperbuat yang berbanding dengan memohon ampun terus menerus percaya akan kekuasaanNya. Berat sekali menerima kepergianmu. Belum puas pertemuanku berlama-lama waktu denganmu. Banyak momentum yang masih aku lewatkan hanya untuk mengurus keindahan duniawi. Namun insyaa Allah sudah bertambah kualitas waktu yang ku isi dibandingkan waktu yang lalu.
Dari hari pertama kau datang, aku sambut dengan bahagia dengan kata indah Marhaban. Dua puluh hari pertama yang berisi kegiatan-kegiatan yang menambah iman yang sudah ditargetkan dengan ditambah kewajiban pendidikan yang harus dilakukan saat adanya kamu juga.
Momentum yang paling ditunggu-tunggu yaitu sepuluh hari terkahir. Walaupun terkena aktivitas lain selama tiga hari pertama di sepuluh hari terkahir namun masih tetap tidak rela jika tidak menggunakan momentum luar biasa ini hanya dengan itu saja. Ada yang istimewa dalam sepuluh hari terakhir ini dari mulai mencari malam laylatul qadr yang diisi dengan tarawih, itikaf, tilawatil Qur’an, memperindah kualitas Shalat Qiyamul Layl sampai membuat shadaqah sebagai habit.
Beberapa jam lagi kamu meninggalkanku dan semuanya. Belum terobati rasanya diri ini, merindukanmu adalah hal yang sangat indah dalam waktu penantian sebelas bulan. Semoga dengan pertemuan kita selama sebulan ini bisa membuat kualitas keimanan semakin bertambah dan bertambah terus dalam setiap harinya tanpa ada yang berkurang. Tetap istiqomah walaupun telah ditinggalkan. Dan semoga kita masih bisa bertemu lagi di bulanMu nanti. Sebulan berpuasa meningkatkan iman. Dan ditutup dengan zakat untuk menutup kekurangan dalam menyempurnakan islam. Ingin sekali dapat dipertemukan kembali denganmu. Sampai jumpa dipertemuan selanjutnya.
Ya Allah, janganlah Kau jadikan bulan Ramadhan ini sebagai Bulan Ramadhan terakhir dalam hidupku. Jika Engkau menjadikannya sebagai Ramadhan terakhirku, maka jadikanlah aku sebagai orang yang Engkau sayangi.
Ya Rahman, terimalah seluruh amal ibadahku di Bulan Ramadhan ini
Ya Wasi'al Magfirah, ampunilah seluruh dosa-dosaku, dosa ibu bapakku dan dosa orang-orang yang aku cintai dan sayangi karena Allah.
Ya Mujiib, kabulkanlah seluruh doa-doaku.
Taqabalallahu Minna wa Minkum
Shiyamana wa Shiyamakum wa Ahalahullah Alaik
Semoga amalanku dan amalanmu, puasaku dan puasamu diterima-Nya serta disempurnakan-Nya.
Amiin
-Hammam Abdurrohman
Berat Menerima Kepergianmu
Ramadhan bulan mulia. Ramadhan bulan yang berkah. Setiap keberkahan dalam perbuatan hanya dari Allah. Kekhilafan yang diperbuat yang berbanding dengan memohon ampun terus menerus percaya akan kekuasaanNya. Berat sekali menerima kepergianmu. Belum puas pertemuanku berlama-lama waktu denganmu. Banyak momentum yang masih aku lewatkan hanya untuk mengurus keindahan duniawi. Namun insyaa Allah sudah bertambah kualitas waktu yang ku isi dibandingkan waktu yang lalu.
Dari hari pertama kau datang, aku sambut dengan bahagia dengan kata indah Marhaban. Dua puluh hari pertama yang berisi kegiatan-kegiatan yang menambah iman yang sudah ditargetkan dengan ditambah kewajiban pendidikan yang harus dilakukan saat adanya kamu juga.
Momentum yang paling ditunggu-tunggu yaitu sepuluh hari terkahir. Walaupun terkena aktivitas lain selama tiga hari pertama di sepuluh hari terkahir namun masih tetap tidak rela jika tidak menggunakan momentum luar biasa ini hanya dengan itu saja. Ada yang istimewa dalam sepuluh hari terakhir ini dari mulai mencari malam laylatul qadr yang diisi dengan tarawih, itikaf, tilawatil Qur’an, memperindah kualitas Shalat Qiyamul Layl sampai membuat shadaqah sebagai habit.
Beberapa jam lagi kamu meninggalkanku dan semuanya. Belum terobati rasanya diri ini, merindukanmu adalah hal yang sangat indah dalam waktu penantian sebelas bulan. Semoga dengan pertemuan kita selama sebulan ini bisa membuat kualitas keimanan semakin bertambah dan bertambah terus dalam setiap harinya tanpa ada yang berkurang. Tetap istiqomah walaupun telah ditinggalkan. Dan semoga kita masih bisa bertemu lagi di bulanMu nanti. Sebulan berpuasa meningkatkan iman. Dan ditutup dengan zakat untuk menutup kekurangan dalam menyempurnakan islam. Ingin sekali dapat dipertemukan kembali denganmu. Sampai jumpa dipertemuan selanjutnya.
Ya Allah, janganlah Kau jadikan bulan Ramadhan ini sebagai Bulan Ramadhan terakhir dalam hidupku. Jika Engkau menjadikannya sebagai Ramadhan terakhirku, maka jadikanlah aku sebagai orang yang Engkau sayangi.
Ya Rahman, terimalah seluruh amal ibadahku di Bulan Ramadhan ini
Ya Wasi'al Magfirah, ampunilah seluruh dosa-dosaku, dosa ibu bapakku dan dosa orang-orang yang aku cintai dan sayangi karena Allah.
Ya Mujiib, kabulkanlah seluruh doa-doaku.
Taqabalallahu Minna wa Minkum
Shiyamana wa Shiyamakum wa Ahalahullah Alaik
Semoga amalanku dan amalanmu, puasaku dan puasamu diterima-Nya serta disempurnakan-Nya.
Amiin
-Hammam Abdurrohman

Komentar
Posting Komentar