Satpol PP Anambas Upacara di Bawah Laut

Pertama di Indonesia

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kepulauan Anambas menggelar upacara di bawah laut di perairan Pulau Rengek, Kecamatan Palmatak

TAREMPA (HK) - Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Kepulauan Anambas menggelar upacara di bawah laut di perairan Pulau Rengek, Kecamatan Palmatak, Sabtu (10/5) lalu. 
Sedikitnya 30 personel Satpol PP diterjunkan dalam upacara sempena peringatah hari ulang tahun (HUT) Satpol PP ke-63 tersebut.
“Kita merupakan Satpol PP Pertama yang mengadakan upacara bawah air untuk merayakan HUT Satpol PP. Hal itu diakui juga oleh Bupati Anambas, bahkan beliau mengappresiasi hal tersebut,” Ujar Kepala Satpol PP Anambas, Andrey Ikhsan Lubis melalui Plt Kasi Operasional dan Penindakan, Heru Suhendro.

Sebelum melaksanakan upacara bawah laut, Bupati Kepulauan Anambas, Tengku Mukhtaruddin bertindak sebagai pembina upacara, sekaligus melepaskan personel Satpol PP untuk melanjutkan prosesi upacara tersebut.



“Bupati hadir sebagai pembina, Beliau tidak ikut melakukan prosesi upacara di bawah air, tapi beliau melepaskan personel Satpol PP yang akan melakukan upacara bawah air,” kata Heru.

Selanjutnya, upacara di bawah laut dipimpin langsung oleh Andrey Ikhsan Lubis. Prosesi upacara berlangsung di kedalaman 12 meter hingga 15 meter selama 30 menit. Personel Satpol juga sempat mengibarkan Bendera Merah Putih, didampingi bendera Astaka Satpol PP.

“Upacara berlangsung sekitar setengah jam, dipimpin oleh Kasatpol PP. Bendera Merah Putih dan bendera Astaka Satpol PP juga kita bentangkan di bawah air,” sambung Heru.

Upacara di dalam laut tersebut cukup menyita perhatian kepala daerah. Menurut Heru, Bupati Anambas mengapresiasi kegiatan tersebut, dan berencana akan memasukan dokumentasinya menjadi dokumentasi daerah.

Selain itu, lanjut Heru,  Bupati Anambas juga berniat untuk mengkhususkan Pulau Rengek sebagai pusat kegiatan Satpol PP Anambas, baik untuk latihan ataupun kegiatan lainnya.

“Beliau (Bupati Anambas) mengapresiasi kegiatan kita. Berliau berjanji akan memasukkan dokumentasi kegiatan tersebut menajdi dokumentasi daerah. Pulau Rengek sendiri rencananya akan dibebaskan untuk menampung kegiatan Satpol PP, baik untuk latihan, diving atau kegiatan lainnya,” ujar Heru.

Heru mengatakan, ide dan persiapan untuk melakukan upacara bawah air tersebut terbilang dadakan. Personel Satpol PP hanya punya waktu seminggu untuk mempersiapkan segala sesuatunya. Beberapa tantangan juga dilalui, baik keika persiapan maupun ketika pelaksanaannya.

“Kita cuma punya waktu seminggu untuk persiapan. Tapi beruntung mereka sudah punya kemampuan yang baik untuk melakukan kegiatan tersebut. Bahkan tiga anggota di antaranya sudah masuk kategori ahli, karena sudah punya sertifikat. Ada beberapa rintangan dalam pelaksanaan, terutama karena arusnya cukup deras, tapi Alhamdulilah semua berjalan lancar,” papar Heru.

Menurutnya, ide upacara di bawah air laut ini memiliki nilai yang cukup strategis, mengingat tim Satpol PP juga termasuk dalam Tim Rescue (penyelematan), yang harus siap sedia terjun ketika ada bencana, termasuk yang memerlukan penanganan bawah air.

“Dengan begini kita menunjukan bahwa Satpol PP siap melaksanakan tugasnya sebagai Tim Rescue, bahkan untuk hal-hal yang memerlukan penanganan di bawah air. Hal tersebut penting, mengingat daearh kita mayoritas adalah wilayah lautan,” katanya.

Selain itu, lanjut Heru, kegiatan ini juga mengemban misi edukasi untuk masyarakat Anambas, agar dapat meningkatkan kepedulian terhadap kondisi bawah air Anambas yang cukup eksotis.

“Bawah air kita ini sangat bagus. Jadi kita juga ingin mengajarkan kepada masyarakat agar mereka peduli dan merawat bawah laut kita. Jangan sembarangan bom yang akibatnya bisa merusak habitat kita,” pungkasnya. (cw89)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Root Android

Berat Menerima Kepergianmu

Lava