10 Hari Pertama di Bulan Dzulhijjah
Penuhi Dengan Amalan
Kali ini akan diawali dengan hadits
yang menjadikan lebih ekstra dalam menjalankan amalan baik di bulan dzulhijjah.
Diriwayatkan oleh Al-Bukhari,
rahimahullah, dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhuma bahwa Nabi Shallallahu
‘alaihi wa sallam bersabda : Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu
lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu : Sepuluh hari dari
bulan Dzulhijjah. Mereka bertanya : Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi
sabilillah ?. Beliau menjawab : Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang
yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian tidak kembali dengan
sesuatu apapun”.
Masyaa Allah luar biasa kehebatan
bulan dzulhijjah bulan mulia. Banyak amalan yang bisa kita lakukan dan akan
lebih semangat untuk melakukan karena sudah ada tuntutan yang melandasi dan
ganjaran pasti dibelakangnya. Jadi apalagi yang menjadi alasan kita untuk tidak
melakukan amalan yang lebih dari sebelumnya.
Oh iya ada banyak nih amalan-amalan
yang dianjurkan. Baca depannya aja kalo males kebanyakan tulisan rujukannya hehe :))
1. Melaksanakan Ibadah Haji Dan Umrah
Amal ini adalah amal yang paling
utama, berdasarkan berbagai hadits shahih yang menunjukkan keutamaannya, antara
lain : sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam:
“Dari umrah ke umrah adalah tebusan
(dosa-dosa yang dikerjakan) di antara keduanya, dan haji yang mabrur balasannya
tiada lain adalah Surga”.
2. Berpuasa Selama Hari-Hari
Tersebut, Atau Pada Sebagiannya, Terutama Pada Hari Arafah.
Tidak disangsikan lagi bahwa puasa
adalah jenis amalan yang paling utama, dan yang dipilih Allah untuk diri-Nya.
Disebutkan dalam hadist Qudsi :
“Puasa ini adalah untuk-Ku, dan Aku
lah yang akan membalasnya. Sungguh dia telah meninggalkan syahwat, makanan dan
minumannya semata-mata karena Aku”.
Diriwayatkan dari Abu Said Al-Khudri,
Radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Tidaklah seorang hamba berpuasa
sehari di jalan Allah melainkan Allah pasti menjauhkan dirinya dengan puasanya
itu dari api neraka selama tujuh puluh tahun”. [Hadits Muttafaqun ‘Alaih].
Diriwayatkan oleh Imam Muslim dari
Abu Qatadah rahimahullah bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
“Berpuasa pada hari Arafah karena
mengharap pahala dari Allah melebur dosa-dosa setahun sebelum dan sesudahnya”.
3. Takbir Dan Dzikir Pada Hari-Hari
Tersebut.
Sebagaimana firman Allah Ta’ala.
“…. dan supaya mereka menyebut nama
Allah pada hari-hari yang telah ditentukan …”. [al-Hajj/22 : 28].
Para ahli tafsir menafsirkannya
dengan sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Karena itu, para ulama menganjurkan
untuk memperbanyak dzikir pada hari-hari tersebut, berdasarkan hadits dari Ibnu
Umar Radhiyallahu ‘anhuma.
“Maka perbanyaklah pada hari-hari itu
tahlil, takbir dan tahmid”. [Hadits Riwayat Ahmad].
4. Taubat Serta Meninggalkan Segala
Maksiat Dan Dosa.
Sehingga akan mendapatkan ampunan dan
rahmat. Maksiat adalah penyebab terjauhkan dan terusirnya hamba dari Allah, dan
keta’atan adalah penyebab dekat dan cinta kasih Allah kepadanya.
Disebutkan dalam hadits dari Abu
Hurairah Radhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda.
“Sesungguhnya Allah itu cemburu, dan
kecemburuan Allah itu manakala seorang hamba melakukan apa yang diharamkan
Allah terhadapnya” [Hadits Muttafaqun ‘Alaihi].
5. Banyak Beramal Shalih.
Berupa ibadah sunat seperti : shalat,
sedekah, jihad, membaca Al-Qur’an, amar ma’ruf nahi munkar dan lain sebagainya.
Sebab amalan-amalan tersebut pada hari itu dilipat gandakan pahalanya. Bahkan
amal ibadah yang tidak utama bila dilakukan pada hari itu akan menjadi lebih
utama dan dicintai Allah daripada amal ibadah pada hari lainnya meskipun
merupakan amal ibadah yang utama, sekalipun jihad yang merupakan amal ibadah
yang amat utama, kecuali jihad orang yang tidak kembali dengan harta dan
jiwanya.
6. Disyariatkan Pada Hari-Hari Itu
Takbir Muthlaq
Yaitu pada setiap saat, siang ataupun
malam sampai shalat Ied. Dan disyariatkan pula takbir muqayyad, yaitu yang
dilakukan setiap selesai shalat fardhu yang dilaksanakan dengan berjama’ah ;
bagi selain jama’ah haji dimulai dari sejak Fajar Hari Arafah dan bagi Jama’ah
Haji dimulai sejak Dzhuhur hari raya Qurban terus berlangsung hingga shalat
Ashar pada hari Tasyriq.
7. Berkurban Pada Hari Raya Qurban
Dan Hari-Hari Tasyriq.
Hal ini adalah sunnah Nabi Ibrahim
‘Alaihissalam, yakni ketika Allah Ta’ala menebus putranya dengan sembelihan
yang agung. Diriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.
“Berkurban dengan menyembelih dua
ekor domba jantan berwarna putih dan bertanduk. Beliau sendiri yang
menyembelihnya dengan menyebut nama Allah dan bertakbir, serta meletakkan kaki
beliau di sisi tubuh domba itu”. [Muttafaqun ‘Alaihi].
8. Dilarang Mencabut Atau Memotong
Rambut Dan Kuku Bagi Orang Yang Hendak Berkurban.
Diriwayatkan oleh Muslim dan lainnya,
dari Ummu Salamah Radhiyallhu ‘anha bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam
bersabda.
“Jika kamu melihat hilal bulan Dzul
Hijjah dan salah seorang di antara kamu ingin berkurban, maka hendaklah ia
menahan diri dari (memotong) rambut dan kukunya”.
Dalam riwayat lain :
“Maka janganlah ia mengambil sesuatu
dari rambut atau kukunya sehingga ia berkurban”.
Hal ini, mungkin, untuk menyerupai
orang yang menunaikan ibadah haji yang menuntun hewan kurbannya. Firman Allah.
“….. dan jangan kamu mencukur
(rambut) kepalamu, sebelum kurban sampai di tempat penyembelihan…”. [al-Baqarah/2
: 196].
Larangan ini, menurut zhahirnya,
hanya dikhususkan bagi orang yang berkurban saja, tidak termasuk istri dan
anak-anaknya, kecuali jika masing-masing dari mereka berkurban. Dan
diperbolehkan membasahi rambut serta menggosoknya, meskipun terdapat beberapa
rambutnya yang rontok.
9. Melaksanakan Shalat Iedul Adha Dan
Mendengarkan Khutbahnya.
Setiap muslim hendaknya memahami
hikmah disyariatkannya hari raya ini. Hari ini adalah hari bersyukur dan
beramal kebajikan. Maka janganlah dijadikan sebagai hari keangkuhan dan
kesombongan ; janganlah dijadikan kesempatan bermaksiat dan bergelimang dalam
kemungkaran seperti ; nyanyi-nyanyian, main judi, mabuk-mabukan dan sejenisnya.
Hal mana akan menyebabkan terhapusnya amal kebajikan yang dilakukan selama
sepuluh hari.
10. Selain Hal-Hal Yang Telah
Disebutkan Diatas.
Hendaknya setiap muslim dan muslimah
mengisi hari-hari ini dengan melakukan ketaatan, dzikir dan syukur kepada
Allah, melaksanakan segala kewajiban dan menjauhi segala larangan ;
memanfaatkan kesempatan ini dan berusaha memperoleh kemurahan Allah agar
mendapat ridha-Nya.
Semoga Allah melimpahkan taufik-Nya
dan menunjuki kita kepada jalan yang lurus. Dan shalawat serta salam semoga
tetap tercurah kepada Nabi Muhammad, kepada keluarga dan para sahabatnya.
Bah... Gokil banget sih bulan
dzulhijjah ini. Jujur saya juga baru tau nih istimewanya bulan ini selain
dengan idul adhanya. Insyaa Allah dengan sudah adanya hadits sebagai landasan
untuk ngerjain amalan-amalannya semoga kita lebih tergugah untuk menjadi lebih
baik kedepannya. Amiin
Wassalam… Sampai ketemu di
keistimewaan selanjutnya.
Komentar
Posting Komentar